Pembaharuan Hukum Acara Pidana Melalui Mekanisme Afdoening Buiten Process

  • priyo handoko UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Restorative Justice, Criminal Procedural Code, Penology, Reforms of Legal System; restorative justice, sistem pemidanaan, teori pemidanaan, pembaharuan hukum pidana.

Abstract

Law of Criminal procedure is a framework for law enforcement officers to carry out law enforcing duties in enforcing the law, which contained in the Criminal Procedure Code. In its development, reforms needed in the Criminal Procedure Code. One of which is by adopting a mechanism or provisions for the settlement of cases out of court or Alternative Dispute Resolution (afdoening issuer process). This article aims to examine the significance of reform in the penal system in Indonesia. Through the spirit of actualising justice, usefulness, and legal certainty in criminal law, the author tries to describe the systematic problems of punishment in Indonesia. Also, the author uses several approaches, including a statutory, a conceptual, and a case approach. The results of the study reveal that the Indonesian criminal system enriched with corporal punishment. As the purpose of punishment adopted by the Indonesian is a combination of distributive theory and utilitarian theory, the emergence of Prosecutor's Regulation Number 15 of 2020 concerning Cessation of criminal Prosecution Based on Restorative Justice is the practical strategy to produce justice, benefit and legal certainty.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amiruddin, dan Asikin. Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004.

Azhar, Hanif. “Pemberatan Pidana Terdahap Residivis dalam Pandangan Hukum Pidana Islam.” Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam 5, no. 2 (Desember 2019).

Galaway, Burt, dan Joe Hudson. Restorative Justice: International Perspectives. New York: Ceimical Justice-Press and Kugler Publications, 1996.

Hamzah, Andi. Sistem Pidana dan Pemidanaan Indonesia: Dari Retribusi ke Reformasi. Jakarta: Pradnya Paramita, 1986.

Hutahuruk, Rufinus. Penanggulangan Kejahatan Korporasi Melalui Pendekatan Restoratif: Suatu Terobosan Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2013.

Indroharto. Perbuatan Pemerintah Menurut Hukum Publik dan Hukum Perdata. Depok: Universitas Indonesia, 1992.

Justitia, Airlangga. “Penyelesaian Perkara di luar Pengadilan antara Pelaku dan Korban Tindak Pidana.” Jurnal Surya Kencana Satu: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan 10, no. 1 (Maret 2019).

Lukman, Markus. “Eksistensi Peraturan Kebijaksanaan dalam Bidang Perencanaan dan Pelaksanaan Rencana Pembangunan di Daerah serta Dampaknya Terhadap Pembangunan Materi Hukum Tertulis Nasional.” Disertasi, Universitas Padjajaran, 1996.

Makarao, M. Taufik. Pengakajian Hukum tentang Penerapan Restorative Justice dalam Penyelesaian Tindak Pidana yang Dilakukan oleh Anak-anak. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional-Kementerian Hukum dan HAM RI, 2013.

Marshall, Tony. Restorative Justice: An Overview. London: Home Office Research Development and Statistic Directorate, 1999.

Morrinson, B. E. “The School System: Developing its Capacity in the Regulation of Civil Society.” Dalam Restorative Justice and Civil Society, disunting oleh J. Braithwite dan H. Strang. Cambridge: University Press, 2001.

Mubarok, Nafi’. “Tujuan Pemidanaan dalam Hukum Pidana Nasional dan Fiqh Jinayah.” Al-Qanun 18, no. 2 (Desember 2015).

Muladi. Kapita Selekta Hukum Pidana. Semarang: Universitas Diponegoro, 1995.

Muladi, dan Barda Nawawi Arief. Teori-teori dan Kebijakan Pidana. Bandung: Alumni, 1984.

Ohoitimur, Yong. Teori Etika Tentang Hukuman Legal. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1997.

Pramugarini, Yushinta. “Hak Restitusi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Perpektif Hukum Pidana Islam.” Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam 2, no. 2 (t.t.): Desember 2016.

Prayitno, Kuat Puji. Aplikasi Konsep Restorative Justice dalam Peradilan Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing, 2012.

Remmelink, Jan. Hukum Pidana: Komentar atas Pasal-Pasal Terpenting dari KUHP Belanda dan Padananya dalam KUHP Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003.

Rumokoy, Nike K. “Eksistensi Afdoening Buiten Process dalam Hukum Acara Pidana Indonesia.” Jurnal Hukum Unsrat 23, no. 8 (Januari 2017).

Safitri, Vera Chatuningtyas. “Penambahan Sepertiga Hukuman Bagi Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang Perspektif Hukum Pidana Islam.” Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam 2, no. 1 (Juni 2016).

Samidjo. Pengantar Hukum Indonesia. Bandung: Armico, 1985.

Sholehuddin, M. Sistem Sanksi dalam Hukum Pidana: Ide Dasar Double Track System dan Implementasinya. Jakarta: Rajawali Pers, 2004.

Tim Penyusun. “Restorative Justice dalam Hukum Pidana Indonesia.” Jakarta, 2012.

Utrecht, E. Rangkaian Sari Kuliha Hukum Pidana II. Surabaya: Pustaka Tinta Mas, 1994.

Zehr, Howard. Changing Lanses : A New Focus for Crime and Justice. Waterloo: Herald Press, 1990.

Zunaidi, Ahmad Hajar, dan Mokhammad Najih. “Analisis Perbandingan Kebijakan Penyelesaian Perkara Pidana di Luar Persidangan di Belanda, Inggris, dan Indonesia.” Audito Comparative Law Journal 1, no. 1 (2020).

Published
2021-01-14