Analisis Sanksi Tindak Pidana Korupsi dalam Perma Nomor 1 Tahun 2020 Ditinjau dari Konsep Ta’zir dalam Fikih Jinayah

Authors

  • Intan Nur Fadilla Universitas Darussalam Gontor
  • Arif Dian Santoso Universitas Darussalam Gontor

Abstract

In fiqh jinayah, criminal sanctions for corruptors are included in the ta'zir punishment adjusted to the decision of ulul 'amri based on several considerations because several jarimah are relevant to the concept of corruption, jarimah ghulul and al-rishwah. The Supreme Court formulates sentencing guidelines for judges. It issues them into Supreme Court regulations (PERMA) Number 1 of 2020 to realize legal certainty, justice, and proportional benefits in imposing crimes against perpetrators of criminal acts of corruption. This paper aims to identify and analyze the application of ta’zir in the sentencing guidelines issued by the Supreme Court from the perspective of fiqh jinayah by prioritizing the benefit of the people. The research method used in this study uses normative legal research, and it can be concluded: 1. Criminal sanctions commonly applied by the jarimah ta’zir are imprisonment and a fine formulated in PERMA Number 1 of 2020. 2. The guidelines for punishment in the Supreme Court regulations are by the concept of ta’zir because criminal sanctions are determined proportionally based on several considerations, namely the criteria for the high and low impact of the act and The profit obtained by the perpetrator determines the size of the criminal sanction imposed by the judge.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adam, Panji. “Eksistensi Sanksi Pidana Penjara dalam Jarimah Ta’zir.” Tahkim: Jurnal Peradaban dan Hukum Islam 2, no. 2 (Oktober 2019).

Al-Mawardi, Imam. al-Ahkam as-Sulthaniyyah: Hukum-hukum Penyelenggaraan Negara dalam Syari’at Islam. Diterjemahkan oleh Fadli Bahri. Jakarta: Darul Falah, 2016.

Al-Zuhaily, Wahbah. Al-Fqh al-Islamy wa Adillatuh. Vol. 10. Beirut: Dar al-Fikr, 1992.

Anshori. “Patologi Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi.” Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam 3, no. 2 (Desember 2017).

Arief, Barda Nawawi. Kebijakan Legislatif dengan Pidana Penjara. Semarang: Badan Penerbit UNDIP, 1996.

Arifin, Mohamad Zaenal. “Ghulul (Penggelapan Harta): Konsep, Sanksi dan Solusinya dalam Perspektif Al-Qur’an.” SYAR’IE 1 (Januari 2019).

Aziz, M. Wahib. “Sanksi Tindak Pidana Korupsi Dalam Perspektif Fikih Jinayat.” International Journal Ihya’ ‘Ulum Al-Din 18, no. 2 (2016).

Bahgia. “Rishwah dalam Tinjuan Hukum Islam dan Undang-undang Tindak Pidana Suap.” Mizan: Jurnal Ilmu Syari’ah 1, no. 2 (Desember 2013).

BJ, Abdul Muis. “Pelaksanaan Penyitaan Harta Kekayaan Pelaku Tindak Pidana Korupsi Menurut Perundang-undangan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia.” Sosiohumanitas XXI, no. 1 (Maret 2019).

Gunawan, Hendra. “Penerapan Hukuman Ta’zir di Indonesia.” Fitrah: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman 4, no. 2 (Desember 2018).

Gunawan, Ricky Indra. “Efektivitas Putusan Praperadilan terhadap Pelaksanaan Penyitaan Beserta Implikasi Hukumnya.” Ius Poenale 1, no. 1 (Juni 2020).

Hamzah, Andi. Korupsi di Indonesia: Masalah dan Pemecahannya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1984.

Ilham, Muhammad. “Sanksi Pidana Pelaku Korupsi dan Pengedar Narkoba.” Sangaji: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum 4, no. 2 (Maret 2020).

Irawan, Adeng Septi. “Tindak Pidana Turut Serta sebagai Perantara Suap Perspektif Hukum Pidana Islam.” Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam 3, no. 1 (Juni 2017).

Jumali, Endang. “Penerapan Sanksi Pidana Ta’zir Bagi Pelaku Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia.” Asy-Syari’ah 16, no. 2 (Agustus 2014).

Marpaung, Zaid Alfauza. “Kebijakan Hukuman Mati Bagi Pelaku Tindak Pidana Korupsi Dalam Perspektif Hukum Pidana Islam.” Jurnal Ilmiah Advokasi 7, no. 1 (Maret 2019).

Mubarok, Nafi’. “Disparitas Putusan Hakim dalam Kasus Nikah Siri.” Al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam 6, no. 2 (t.t.).

Muhaki. “Problem Delik Korupsi dalam Hukum Pidana Islam.” Pancawahana: Jurnal Studi Islam 12, no. 2 (Desember 2017).

Munawwir, Ahmad Warson. Kamus Al-Munawwir. Surabaya: Pustaka Progresif, 1997.

Muwahid. “Penerapan Hukuman Mati Bagi Pelaku Tindak Pidana Korupsi.” Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam 18, no. 2 (Desember 2015).

Nasukha. “Pembaharuan Sanksi Hukum terhadap Tindak Pidana Korupsi dalam Perspektif Hukum Pidana Islam (Jinayah).” Tesis, Universitas Islam Indonesia, 2018.

Putra, Panji Adam Agus. “Analisis Sanksi Pidana dalam Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia Ditinjau dari Konsep Ta’zir dan Maqashid Al-Syari’ah dalam Hukum Pidana Islam.” SCIENTICA II, no. 2 (Desember 2015).

Rusmiati, Syahrizal, dan Mohd. Din. “Konsep Pencurian dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan Hukum Pidana Islam.” Syiah Kuala Law Jurnal 1, no. 1 (April 2017).

Sukoyo, Yeremia. “Perma No 1 Tahun 2020 Untuk Perkecil Disparitas Hukuman Koruptor.” Diakses 26 September 2020. https://www.beritasatu.com/jaja-suteja/nasional/662239/perma-no-1-tahun-2020-untuk-perkecil-disparitas-hukuman-koruptor.

Tanjung, Tarmiji Tahir. “Hukum Pidana Tazir.” Diakses 9 Oktober 2020. http://dohotdoho.blogspot.com/2017/05/hukum-pidana-tazir.html.

Tarigan, Azhari Akmal. “Ta’zir dan Kewenangan Pemerintah dalam Penerapannya.” Ahkam 17, no. 1 (2017).

Toule, Elsa R. M. “Eksistensi Ancaman Pidana Mati dalam Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.” Prioris 3, no. 3 (2013).

WIjaya, Arif. “Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Menurut UU NO. 31 Tahun 1999 jo. UU NO. 20 Tahun 2001.” Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam 2, no. 1 (Juni 2016).

Yamin, Mohammad. Tindak Pidana Khusus. Bandung: Pustaka Setia, 2012.

Zikri, Ahmad. “Fenomena Korupsi di Indonesia: Perspektif Hukum Pidana Islam.” Nusantara 15, no. 1 (Juni 2019).

Downloads

Published

2022-02-24

Issue

Section

Articles