Studi Komparatif Kewenangan Pengadilan TIPIKOR dan Wilayah Mazalim

  • Ainul Huda Pemerintah Kabupaten Gresik
Keywords: TIPIKOR Court and Wil?yah Ma??lim; Pengadilan TIPIKOR dan Wilayah Mazalim

Abstract

The paper aims to determine and compare the authority of the TIPIKOR court and Wilayah Mazalim Courts in the Islamic judicial system. The results of the study showed the similarity and differences in both judicial systems. The similarity is that they were established specifically to handle and resolve corruption cases. It is their authority, the TIPIKOR Court and Wilayah Mazalim, to settle and solve corruption cases. The differences are that the TIPIKOR Court has a lower level of institutional position than Wilayah Mazalim. It is because of Wilayah Mazalim is equated with the Supreme Court of today.  Also, the TIPIKOR Court has a narrower scope of authority than Wilayah Mazalim. The TIPIKOR Court only wields power on corruption cases, whereas Wilayah Mazalim court, apart from handling and settling corruption cases, is also authorized to resolve other cases such as criminal acts.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afif, Muhammad. “Eksistensi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi di Indonesia.” Ensiklopedia of Journal 1, no. 1 (Oktober 2018).

Al-Mawardy. Al-Ahkam al-Sultaniyyah. Mesir: Maktabah Mustafa al-Baby al-Halaby, 1973.

Anshori. “Patologi Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Korupsi.” Al-Jinâyah: Jurnal Hukum Pidana Islam 3, no. 2 (Desember 2017).

Ash-Shiddieqy, M. Hasbi. Peradilan dan Hukum Acara Islam. Semarang: Pustaka Rizki Putra, 1987.

’Audah, Abd al-Qadir. al-Tashri’ al-Jina’iy al-Islamy. Vol. 1. Beirut: Dar al-Kitab al-‘Araby, 2005.

Bukhary, Muh}ammad Ibn Isma’il al-. Sahih al-Bukhary. Vol. IV. Beirut: Da>r al-Fikr, t.t.

Chazawi, Adami. Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia. Malang: Bayu Media, 2005.

Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahan. Bandung: CV. Diponegoro, 2010.

Hamid, Edi Suandi. Menyikapi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di Indonesia. Yogyakarta: Aditya Media, 1999.

Maraghy, Ahmad Mustafa al-. Tafsir al-Maraghy. VI. Beirut: Dar al-Kitab al-‘Araby, 1992.

Mubarok, Nafi’. Kriminologi dalam perspektif Islam. Sidoarjo: Dwiputra Pustaka Jaya, 2017.

Munawwir, A. Warson. Kamus Al-Munawwir. Surabaya: Pustaka Progresif, 1994.

Muwahid. “Penerapan Hukuman Mati bagi Pelaku Tindak Pidana Korupsi.” Al-Qanun: Jurnal Pemikiran Pembaharuan Hukum Islam 18, no. 21 (Desember 2015).

Prints, Darwan. Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2002.

Prodjohamidjojo, Martiman. Penerapan Pembuktian Terbalik Dalam Delik Korupsi. Bandung: Mandar Maju, 2001.

Rosyadi, Rahmat, dan Ngatino. Arbitrase dalam Perspektif Islam dan Hukum Positif. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2002.

Safii, Imron. “Urgennsi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dalam Mewujudkan Peradilan yang Bersih dan Berwibawa.” Pandecta 9, no. 1 (Januari 2014).

Saleh, K. Wantjik. Tindak Pidana Korupsi dan Suap. Surabaya: Ghalia Indonesia, 1983.

Sultan, Lomba. “Kekuasaan Kehakiman dalam Islam dan Aplikasinya di Indonesia.” Jurnal Al-Ulum: Jurnal Studi-studi Islam 13, no. 2 (Desember 2013).

Wahyuningsih. “Ketentuan Pidana Denda dalam Kejahatan Korupsi di Tingkat Extraordinary Crime.” Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam 1, no. 1 (Juni 2015).

Wijaya, Arif. “Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Menurut UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001.” Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam 2, no. 1 (Juni 2016).

Published
2021-01-14