Peran Lapas dan Lapasustik Pada Residivis Narkoba Pengguna

  • Sri Aryanti Kristianingsih Universitas Airlangga
  • Suryanto Universitas Airlangga
  • Yusti Probowati Rahayu Universitas Surabaya
Keywords: Role, prisons, DACC, drug user recidivists

Abstract

Prisons and Drug Abuse Correctional Centre (DACC) play a significant role in recidivism. This study aims to understand the role of prisons and DACC in drug user recidivists, the implementation of Law no. 12 of 1995 concerning correctional facilities, and the law. No. 35 of 2009 concerning narcotics to find out how the process of guidance in prisons and DACC for drug user recidivists, and to find out the effectiveness of coaching in both prisons. This qualitative research uses a case study approach. The data collection method used interviews with 8 subjects and observations on the subject and prison conditions. The data analysis method combines the analysis stages of Morse and Miles and Huberman. Purposive sampling technique was used, with the criteria of the research subjects: drug user recidivists; have experienced convictions in prisons and DACC; of legal age; case of article 127 of Law no. 35 of 2009 concerning Narcotics or article 36 of Law No. 5 of 1997 concerning Psychotropics and in conjunction with other articles; BI and BIIa classification; the level of drug use is not addiction. The results showed that these two laws have not been fully implemented in prisons and DACC. This is evidenced by the different treatment of prison officers, while the treatment of DACC officers is the same and more humane to DACC so that it has an impact on recidivism. In both, there is personality development and independence but still emphasizes religious development. Medical and social rehabilitation is perceived as ineffective. The two correctional institutions do not raise self-contempt but do raise a cognitive bias. Prison and DACC are different environments that play an important role in becoming drug user recidivists, but DACC is an environment that is more conducive to achieve the correctional goals for drug user recidivists

 

Lapas maupun lapasustik berperan pada residivisme. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran lapas dan lapasustik pada residivis narkoba pengguna, implementasi UU No. 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan dan UU. No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, khususnya untuk mengetahui bagaimana proses pembinaan di lapas maupun lapasustik pada residivis narkoba pengguna, dan mengetahui efektivitas pembinaan pada kedua tempat tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengambilan data menggunakan wawancara pada 8 subjek serta observasi pada subjek dan kondisi lapas. Metode analisis data mengkombinasi tahapan analisis Morse serta Miles dan Huberman. Teknik purposive sampling digunakan, dengan kriteria subjek penelitian: residivis narkoba pengguna; pernah mengalami pemidanaan di lapas maupun lapasustik; berusia dewasa secara hukum; kasus pasal 127 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau pasal 36 UU No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika maupun juncto pasal lainnya; klasifikasi BI dan BIIa; tingkat penggunaan narkoba belum adiksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua undang-undang tersebut belum terimplementasi sepenuhnya pada lapas maupun lapasustik. Dibuktikan dari perlakuan petugas lapas yang berbeda, sementara perlakuan petugas lapasustik sama dan lebih humanis, sehingga berdampak pada residivisme. Pada keduanya terdapat pembinaan kepribadian maupun kemandirian, namun masih menekankan pembinaan keagamaan. Rehabilitasi medis dan sosial dipersepsikan belum efektif. Kedua lapas tidak memunculkan self contempt, namun memunculkan bias kognitif. Lapas maupun lapasustik menjadi lingkungan yang berperan penting secara berbeda untuk menjadi residivis narkoba pengguna, namun lapasustik merupakan lingkungan yang lebih kondusif dalam mencapai tujuan pemasyarakatan bagi residivis narkoba pengguna.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bandura, A. The Self System in Reciprocal Determinism. American Psychologist. 44(9), 1978.

Arief, Barda Nawawi. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana, Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru, Jakarta: Kencana, 2010. Sebagaimana dikuti dari: Rifanly Potabuga, “Pidana Penjara Menurut KUHP”, Lex Crimen Vol.I, No.4. Okt-Des, 2012.

Baro, A.L. “Effect of Cognitive Restructuring Program on Inmate Institutional Behavior”. Criminal Justice & Behavior. American Association for Correctional Psychology, 26(4). Desember, 1999.

Beck, A. T., & Weishaar, M. E. Cognitive Therapy. In A. Freeman, K. M. Simon, L. E. Beutler, & H. Arkowitz (Eds.), Comprehensive Handbook of Cognitive Therapy. Plenum Press, 1989.

Bronfenbrenner, Urie. The Ecology of Human Development. USA: Harvard University Press, 1979.

Cochran, J.C. “Breaches in the Wall: Imprisonment, Social Support, and Recidivism”. Journal of Research in Crime and Delinquency. 51(2), 2014.

Costigan, G, Crofts N, & Reid G. Pedoman mengurangi dampak buruk narkoba di Asia. Edisi Indonesia. Yogyakarta: Warta AIDS, 2001.

Evans, E., Huang, D., Hser, Y.I. “High Risk Offenderes Partisipating in Court-Supervised Substance Abuse Treatment: Characteristic, Treatment Received, & Factors Associated with Recidivism”. Journal of Behavioral Health Service & Research, 38(4), Oktober, 2011.

Fazel S dan Wolf A, “A Systematic Review of Criminal Recidivism Rates Worldwide: Current Difficulties and Recommendations for Best Practice”, PLoS ONE 10(6): e0130390. doi:10.1371/journal.pone.0130390, June 18, 2015.

Henslin, James M. Sosiologi dengan Pendekatan Membumi. Jakarta: Erlangga, 2006.

Iskandar, A. Jalan Lurus: Penanganan Penyalahguna Narkotika dalam Konstruksi Hukum Positif. Karawang: CV. Viva Tanpas, 2015.

Jumarni. “Peran Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Watampone Dalam Pembinaan Narapidana Penyalahgunaan Narkoba Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan”. Jurnal Al-Dustur. Volume 2 No 2, Desember, 2019.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Edisi ketiga), Jakarta: Balai Pustaka, 2002.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Kartikawati, Reni. “Stratifikasi Sosial Warga Binaan Wanita di Rutan Pondok Bambu”. Jurnal Sosiologi Masyarakat, Vol.17, No. 2, Juli, 2012.

Laporan Kegiatan Pengkajian Hak Manusia di Wilayah Karakteristik Narapidana Kasus Narkotika oleh Bidang Hak Asasi Manusia Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM DKI Jakarta tahun 2019

Listwan, S.J., Sundt, J.L., & Holsinger, A.M. “The Effect on Drug Court Programming on Recidivism: The Cincinati Experience. Crime & Delinquency, 49(3), Juli, 2003.doi: 10.1177/0011128703253762.

Maspidah. “Peran Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Sungguminasa dalam Pembinaan Narapidana”. (Tesis-- Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Makasar, 2019).

Max Weber. Sosiologi.Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.

McKiernan,P., Shamblen,SR., Collins,DA., Strader,TN., & Kokoski, C. “Creating Lasting Family Connections: Reducing Recidivism with Community-Based Family Strengthening Model”. Criminal Justice Policy Review. 24(1), 2013.

Miles, M.B & Huberman, A. Qualitative Data Analysis, A Sourcebook of New Method. California: Sage Publication, 1994.

Morse, J. M. Designing Funded Qualitative Research. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), Handbook of Qualitative Research California: Sage Publications, Inc, 1994.

Priyatno, Dwija. Sistem Pelaksanaan Pidana Penjara di Indonesia. Bandung: PT. Refika Aditama, 2006.

Putra, RA. “Peranan Lembaga Kemasyarakatan dalam Pembinaan Narapidana Penyalahgunaan Narkotika (Studi di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Sragen)”. (Tesis--Fakultas Hukum Universitas Muhamadiyah, Surakarta, 2013).

Riyan. “Peran Lembaga Pemasyarakatan Dalam Membina Narapidana Penyalahgunaan Narkotika Menurut Uu Nomor 12 Tahun 1995 Ditinjau Dari Fiqh Siyasah (Studi Pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung)” (Skripsi – Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung, 2019)

Robert, A. Baron & Nyla, R. Branscombe. Social Psychology. USA: Pearson Education, Inc, 2012.

Sakidjo, Aruan dan Poernomo, Bambang. Hukum Pidana Dasar Aturan Umum Hukum Pidana Kodifikasi. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1990.

Sasangka, Hari. Narkotika dan Psikotropika dalam Hukum Pidana. Bandung: Mandar Maju, 2003.

Schneiders, A.A. Personal Adjustment and Mental Health. New York: Holt, Reinhart and Winston Inc, 1999.

Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers, 2009.

Suparman, Fana. Napi Narkoba Bikin Lapas dan Rutan di Indonesia Kelebihan Kapasitas, Berita Satu (27 Desember 2018), dalam https://www.beritasatu.com/nasional/529886-napi-narkoba-bikin-lapas-dan-rutan-di-indonesia-kelebihan-kapasitas

UU No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan

UU No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika

UU. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

Wilson, D.B., Bouffard, L.A., & Mackenzie, D.L. “A Quantitative Review of Structured, Group-Oriented, Cognitive-Behavioral Programs for Offenders”. Criminal Justice And Behavior. American Association for Correctional Psychology, 32(2), April, 2005. doi: 10.1177/0093854804272889

Woessner, G & Schwedler, A. “Correctional Treatment of Sexual and Violent Offenders: Therapeutic Change, Prison Climate, and Recidivism”. Criminal Justice and Behavior. Published online, 13 February, 2014. doi: 10.1177/0093854813

Yusuf, U & Raissa, P. “Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku terhadap Peningkatan Kontrol Diri pada Residivis”. Jurnal Intervensi Psikologi). 3(2). 2011.Diakses dari database portal Garuda

Published
2020-04-20
How to Cite
Aryanti KristianingsihS., Suryanto, & Probowati RahayuY. (2020). Peran Lapas dan Lapasustik Pada Residivis Narkoba Pengguna . Al-Daulah: Jurnal Hukum Dan Perundangan Islam, 10(1), 114-138. https://doi.org/10.15642/ad.2020.10.1.114-138
Section
Articles