EKSISTENSI ANAK PEREMPUAN DALAM HUKUM KEWARISAN SYIAH

  • Faby Toriqir Rama Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Shi’ah inheritance system, Sunni inheritance system, and Girls

Abstract

Artikel ini adalah hasil penelitian pustaka yang membahas keadilan anak perempuan di dalam hukum kewarisan Syiah. Permasalahan yang menjadi pokok bahasan adalah posisi ahli waris wanita—terutama anak perempuan—yang di dalam hukum kewarisan Sunni tidak diperlakukan setara dengan ahli waris lainnya, baik yang sederajat atau tidak. Sebab di dalam hukum kewarisan Sunni, superioritas laki-laki sangat diagungkan. Antara anak laki-laki dan anak perempuan—walaupun sederajat di mata pewaris—tetap memiliki kekuatan yang tidak seimbang di dalam menghijab ahli waris yang lain. Sedangkan di dalam hukum kewarisan Syiah, anak perempuan diposisikan setara dengan anak laki-laki. Mereka memiliki kekuatan menghijab yang sama kuatnya. Selain itu, Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi hukum Islam (KHI) juga menerapkan prinsip kesetaraan antara anak perempuan dengan anak laki-laki dalam hal mengjijab ahli waris lainnya. Kendati demikian, KHI tidak mengadopsi sistem Kelas secara langsung. Namun, secara eksplisit tersebut di dalam pasal 181 dan pasal 182 bahwa eksistensi anak perempuan menyebabkan saudara kandung, saudara seibu, atau saudara seayah tidak menerima bagian harta waris.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abd Wahab Khalaf. ‘Ilm Ushul al-Fiqh, Jakarta: Dar al-Kutub al-Islamiyah, 2010.

Abu al-Khattab Najm al-Din Mahfud. al-Tadhhib fi al-Fara’id, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1998.

Abu Hasan Muslim al-Naysaburi. Sahih Muslim, Riyadh: Dar al-Hadarah li al-Nashr wa al-Tawzi’, 2015.

Amina Wadud. Qur’an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman’s Perspective, Oxford: Oxford University Press, 1999.

Amir Syarifuddin, Hukum Kewarisan Islam, Jakarta: Kencana, 2008.

Asaf Ali Asghar Fyzee. Outlines of Muhammadan Law, Oxford: Oxford University Press, 2009.

Hazairin, Hukum Kewarisan Bilateral menurut Qur’an dan Hadis. Jakarta: Tintamas, 1982.

Jamal J. Ahmad Nasir. The Status of Wonem under Islamic Law and Modern Islamic Legislation, Leiden: Brill, 2009.

Kementerian Agama Republik Indonesia. al-Jamil: Alquran dan Terjemahnya, Bekasi: Cipta Bagu Segara, 2012.

Lucy Carroll. “The Hanafi Law of Intestate Succession: A Simplified Approach”, dalam Modern Asian Studies, Vol. 17 No. 4 Oktober 1983, Cambridge: Cambridge University Press, 1983.

---------. “The Ithna Ashari Law of Intestate Succession: An Introduction to Shia Law Applicable in South Asia”, dalam Modern Asian Studies, Vol. 19 No. 1 Februari, 1985, Cambridge: Cambridge University Press, 1985.

Muhammad Abu Zahrah. Hukum Waris Menurut Imam Ja’far Shadiq, terj. Muhamad Alkaf, Jakarta: Lentera, 1983.

Muhammad Ma’shum Zein. Fiqh Mawarist: Studi Metodologi Hukum Kewarisan Islam, Jombang: Darul Hikmah, 2008.

Noel J Coulson. Succession in the Muslim Family, Cambridge: Cambridge University Press, 1971.

Rachmadi Usman. Hukum Kewarisan Islam dalam Dimensi Kompilasi Hukum Islam, Bandung: Mandar Maju, 2009.

Samahah Ayatulllah al-Mashkini. al-Fiqh al-Ma’thur wa al-Usul al-Mutalaqqah, al-Hadi’: Daftar Nashr al-Hadi’, 1989.

Shahbaz Ahmad Cheema. “Shia and Sunni Laws of Inheritance: A Comparative Analysis”, dalam Pakistan Journal of Islamic Research, Vol. 10 2012, Lahore: University of Punjab, 2012.

Shams al-Din Muhammad ibn Makki. al-Durus al-Syari‘ah fi Fiqh al-Imamiyyah, Juz 2, Qom: Muassasah al-Nashr al-Islami, 1983.

----------. al-Lum‘ah al-Dimasyqiyyah fi Fiqh Imamiyyah, Beirut: Dar al-Islamiyah, 1990.

Zulkifli. The Struggles of The Shi’is in Indonesia, Canberra: Autralia University E-Press, 2013.

Published
2019-09-04
How to Cite
Rama, F. (2019). EKSISTENSI ANAK PEREMPUAN DALAM HUKUM KEWARISAN SYIAH. Al-Hukama’, 9(01), 24-46. https://doi.org/10.15642/alhukama.2019.9.01.24-46
Section
Articles