HUKUM MENCEGAH KEHAMILAN PERSPEKTIF IMAM GHAZALI DAN SYEKH ABDULLAH BIN BAAZ

  • Rifdatus Sholihah . Jawa Timur
Keywords: preventing pregnancy, Imam Ghazali and Sheikh Abdullah bin Baaz

Abstract

Artikel ini membahas tentang hukum mencegah kehamilan perspektif Imam Ghazali dan Syekh Abdullah bin Baaz. Mencegah kehamilan menurut hukum Islam adalah boleh. Menunda kehamilan berarti mencegah kehamilan sementara, untuk memberikan jarak pada kelahiran yang sebelumnya. Sedangkan membatasi kehamilan mempunyai pengertian mencegah kehamilan untuk selamanya seteleh mempunyai jumlah anak dalam jumlah tertentu. Pembatasan kehamilan seperti ini, tidak diperbolehkan. Syekh Abdullah bin Baaz berpendapat, bahwa mencegah kehamilan, baik dengan cara ‘azl, pil, kondom, dan lainnya pada dasarnya adalah haram karena bertentangan dengan maqasid shari’ah, yakni membatasi adanya keturunan, tetapi kemudian ada pengecualian yang menjadikan hukumnya boleh, yaitu karena adanya suatu dharurat. Ini berbeda dengan pemikiran Imam Ghazali yang menegaskan, bahwa hukum Keluarga Berencana yang disandarkan kepada hukum ‘azl adalah mubah/boleh karena tidak adanya nas yang menunjukkan keharaman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Djazuli, Kaidah-Kaidah Fikih: Kaidah-Kaidah Hukum Islam dalam Menyelesaikan Masalah-Masalah yang Praktis, Jakarta: Prenadamedia Group, 2006.

Abdul Aziz bin Abdullah bin Abdurrahman bin Baaz, Majmu’u Fatawa wa Maqalat Syaikh Bin Baaz, Jilid 21, Riyadh: Dar al-Qasim, 1425 M/2004 M.

Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam Jilid 2, Jakarta: PT Intermasa, 2006.

Achmad Faizur Rosyad, Mengenal Alam Suci Menapak Jejak Al-Ghazali, Yogyakarta: KUTUB, 2004, https://ririelbangunperadaban.wordpress.com, “diakses pada” 25 Juni 2019.

Agus Dwiyanto, et al., Penduduk dan Pembangunan, Yogyakarta: Aditya Media, 1996.

Al-Fauzi, “Keluarga Brencana Islam dalam Bingkai Keindonesiaan”, Jurnal Lentera: Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi, Volume 3 Nomor 1, (Maret, 2017).

Amirul Amalia, “Pengetahuan Tentang KB Menurut Agama Islam Terhadap Pemakaian Alat Kontrasepsi Di BPJS Anik Susanti Amd.Keb. Dusun Jatirejo Desa Topeng Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan”, SURYA, Jurnal, Vol.08, No. 01, (April, 2016).

Anindya Rizka Ayunda, “al-Ghazali: Antara Filsafat dan Tasawuf”, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung.

CIA World Factbook Tahun 2017, Ilmupengetahuanumum.com, “diakses pada”, 24 Maret 2019 pukul 20.00 WIB.

Dasri, “Penundaan Kehamilan Dengan Memakai Alat Kontrasepsi Bagi Pengantin Baru Dalam Tinjauan Hukum Islam (Studi Di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu)”, Jurnal QIYAS Vol. 1, No. 1, (April 2016).

Emilia Sari, “Keluarga Berencana Perspektif Ulama Hadis (Family Planning Perspectives on Ulama Hadith)”, SALAM; Jurnal Sosial & Budaya Syar-i, Vol. 6 No. 1 (2019).

Fatwa Lajnah Daimah 2, Dewan Riset Ilmu dan Fatwa (al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyah wal Ifta'), sumber: https://archive.org/details/KumpulanFATWA, Diakses 26 juni 2019.

Fitri Nur Hasanah, “Pendidikan Karakter Kajian Pemikiran Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ayyuhal Walad”, Skripsi--Institut Agama Islam Negeri Salatiga, 2017.

Hartanto, Keluarga Berencana dan Kontrasepsi, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2010.

https://asysyariah.com/biografi-as-y-syaikh-abdul-aziz-bin-baz-rahimahullah/“diakses pada” 25 Juni 2019

Imam Muslim, Sahih Muslim, Software Jawami’ al-Kalim.

M. Ali Hasan, Masail Fiqhiyah al-Haditsah: pada Masalah-masalah Kontemporer Hukum Islam, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1998.

M. Sholihin, Epistemologi Ilmu dalam Pandangan Imam Al-Ghazali, Jakarta: Pustaka Setia, 2001.

Mardhiyah, “Pengaruh Keikutsertaan Keluarga Berencana terhadap Peningkatan Pendidikan Anak di Kelurahan Pulau Kijang”, Tesis--Universitas Islam Negeri Suska Riau, 2012.

Muhammad Luthfi Afif, “Keluarga Berencana dalam Tafsir al-Azhar”, Skripsi--Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang, 2018.

Musnad Anas bin Malik ra, Hadis nomor 13308, Software Jawami’ al-Kalim.

Soerjono Soekanto, Sosiolosi Suatu Pengantar, Jakarta: Cv Rajawali, 1992.

Suhaedah, “Pengaturan Jarak Kehamilan Menurut al-Qur’an”, Skripsi—Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, 2013.

Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi, Halal dan Haram dalam Islam, Surabaya: Bina Ilmu, 1993.

Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, cetakan ke-2, 1985 M/1305, Beirut: Darul Fikr.

Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Published
2019-09-04
How to Cite
., R. (2019). HUKUM MENCEGAH KEHAMILAN PERSPEKTIF IMAM GHAZALI DAN SYEKH ABDULLAH BIN BAAZ. Al-Hukama’, 9(01), 76-102. https://doi.org/10.15642/alhukama.2019.9.01.75-102
Section
Articles