PEMBERIAN HAK HADANAH KEPADA IBU TIRI DALAM PUTUSAN PENGADILAN AGAMA SIDOARJO NOMOR: 0763/PDT.G/2018/PA.SDA PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH

  • Wafda Firyal Lombok Barat
Keywords: right of hadanah, stepmother, and maslahah mursalah

Abstract

This article is a library research on the granting of rights to stepmothers in the decision of the Sidoarjo Religious Court Number: 0763/Pdt.G/2018/PA.Sda. The research data are collected using documentation techniques and are analysed using descriptive analysis techniques and using a deductive mindset that is by outlining the decision of the Sidoarjo Religious Court which is then reviewed from the perspective of maslahah mursalah. The panel of judges in determining the right of gift to stepmothers in the Sidoarjo Religious Court's decision, based on article 41 letter (a) of Law Number 1 of 1974 jo. article 105 and article 156 letter (a) Compilation of Islamic Law and the proposition in the book Bajuri juz II. In addition, a willingness from the Defendant who is the biological father of the child to give the right of gift to the Plaintiff's Reconstruction is a point that is included as consideration by the panel of judges. In Islamic law which is examined from the theory of maslahah mursalah, the judge's consideration to establish the right of hadanah to the stepmother in the Sidoarjo Religious Court's ruling is in accordance with the purpose of the hadanah namely to prioritize the interests and benefit of the child so that later he or she can grow into a good person under the care of an appropriate person, even though the child is not a biological child of the Reconvention Plaintiff, the Reconvention Plaintiff is in fact more feasible and competent to have the right of hadanah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A Rasydi Roihan. Hukum Acara Peradilan Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007.

Abdul Azis Dahlan. Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta: Ichtiar Baru Van Heove,1999.

Abdul Manan. Etika Hakim Dalam Penyelenggaraan Peradilan. Jakarta: Kencana, 2007.

Abdul Rahman Ghazaly. Fiqh Munakahat. Jakarta: Pranada Media Grup, 2003.

Abdul Wahhab Khallaf. Ilmu Ushul Fiqh. Semarang: Dina Utama, 1994.

Ahmad Kuzari. Nikah Sebagai Perikatan. Jakarta: Raja Grafindo, 1995.

Ahmad Rofiq. Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1998.

Amir Syarifuddin. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Kencana: Prenada Media, 2006.

Amir Syarifuddin. Ushul Fiqih. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999.

Amiur Nuruddin Taringan dan Azhari Akmal. Hukum Perdata Islam Di Indonesia, Studi Kritis Pekembangan Hukum Islam dan Fikih, UU No. 1/1974 Sampai KHI. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006.

Andi Syamsu Alam Fauzan dan M. Hukum Pengangkatan Anak Perspektif Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.

Departemen Agama RI. Al-Quran dan Terjemahnya, Diponegoro: Al-Hikmah, 2007.

Diibulbigha, Mustofa. Fiqih Syafi’i. Bandung: CV Bintang Pelajar, 1998.

Djamaan Nur. Fiqih Munakahat. Semarang: Dina Utama, 1993.

Fahrur Rozi. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penolakan Majelis Hakim Atas Hak Asuh Anak Oleh Suami (Studi Putusan Nomor: 0138/Pdt.G/2013/PA.Mlg)”. Penelitian--UIN Sunan Ampel, Surabaya, 2015.

Joko Subagyo. Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004.

M. Abdul Ghofar. Fiqh Wanita. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2006.

Mahkamah Agung RI Direktorat Jendral Badan Peradilan Agama, Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan Agama Buku II Tahun 2013.

Mestika Zed. Metodologi Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004.

Muhammad Abu Zahrah. Ushul Al-Fiqh. Ushul Fiqih. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2005.

Muhammad Rawwas Qal’ahji. Ensiklopedi Fiqh Umar Bin Khathab. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999.

Muhdlar, Atabiq Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlar. Kamus Kontemporer Arab-Indonesia. Yogyakarta: Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak, 1996.

Mukti Arto. Praktek Perkara Perdata Pada Pengadilan Agama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014.

Munawar Kholil. Kembali Kepada Al-Quran dan As-Sunnah. Jakarta: Bulan Bintang, 1965.

Rachmat Syafe’i. Ilmu Ushul Fiqh. Jakarta: Prenada Media Group, 2010.

Romli, Muqaranah Mazahib Fil Ushul. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999.

Sahrani, Tihami dan Sahari. Fiqh Munakahat: Kajian Fiqh Nikah Lengkap. Jakarta: Rajawali Pers, 2010.

Saifuddin Zuhri. Ushul Fiqih. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

San’ani, (ash). Subulus Salam, cet. 3. Surabaya: Al-Ikhlas, 1995.

Satria Effendy Zein dan M. Problematika Hukum Keluarga Islam Kontemporer Analisis Yurisprudensi Dengan Pendekatan Ushuliyah. Jakarta: Kencana, 2010.

Sayyid Sabiq. Fiqih Al-Sunnah III. Jakarta: Pena Pundi Aksara, 2006.

Seomiyati, Hukum Perkawinan Islam dan Undang-Undang Perkawinan. Yogyakarta: Liberty, 2007.

Slamet Abidin dan H. Aminuddin. Fikih Munakahatii. Bandung: CV Pustaka Setia, 1999.

Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 1997.

Suprapto. “Study Kasus Terhadap Putusan No.1361/Pdt.G/2006/PA.Sby Tentang Sengketa Hak Asuh Anak Sebelum Mumayyiz Akibat Perceraian”. Penelitian--IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 2007.

Suwarjin. Ushul Fiqh. Yogyakarta: Teras, 2012.

Syahrani, Riduan. Buku Materi Dasar Hukum Acara Perdata. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2009.

Syaikh Hasan Ayyub. Fikih Keluarga Panduan Membangun Keluarga Sakinah Sesuai Syariat. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2008.

Ahmad Tantowi. “Argumentasi PA Surabaya Menolak Hak Pengasuhan Ibu Pada Anak yang Belum Mumayyiz”. Penelitian--IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 2003.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam.

Wahyu Ernaningsih Samawati dan Putu. Hukum Perkawinan Indonesia. Palembang: PT. Rambang Palembang, 2008.

Zakiyah Daradjat. Ilmu Fiqih Jilid 2. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf, 1995.

Putusan Pengadilan Agama Sidoarjo Nomor: 0763/Pdt.G/2018/PA.Sda.

Published
2019-09-04
How to Cite
Firyal, W. (2019). PEMBERIAN HAK HADANAH KEPADA IBU TIRI DALAM PUTUSAN PENGADILAN AGAMA SIDOARJO NOMOR: 0763/PDT.G/2018/PA.SDA PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH. Al-Hukama’, 9(01), 231-263. https://doi.org/10.15642/alhukama.2019.9.01.231-263
Section
Articles