Kedudukan Hukum Akta Kelahiran Anak di luar Kawin yang Dicantumkan Nama Ayah

  • Rosida Amaliasari Mahasiswa Universitas Airlangga

Abstract

Extramarital child is always causing complex  problem, whether positive law as well as Islamic law. Several problems are among others: First, the legal status of birth certificate of the extramarital child that includes and does not include the    name of the father. Second, related to the status of the extramarital child as heir by the inclusion of the name of the father in the birth certificate whether based on positive law as well as Islamic law. By virtue of decision Number 46/PUU-VIII/2010 the Constitutional Court has provided a decision that guarantees the fulfillment of civil rights for the extramarital child. With the fulfillment of civil rights, it is expected to be able to provide justice for the extramarital child, however, such matter covers the overall aspects or not including the extramarital child that has been recognized as legal child by including the name of the father in the birth certificate is entitled to become a heir as the right of legal child and proven with Deed of Authenticity. Moreover the problem arising whether in Islamic law such matter is also becoming a legal matter and entitled to become a heir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afandi, Ali. Hukum Waris Hukum keluarga, Hukum Pembuktian menurut KUHPerdata (BW). Jakarta: Bina Aksara, 1984.

Al-Juzayri, ’Abd al-Rah}ma>n. Al-Fiqh ’ala> Madha>hib al-Arba’ah. V. Beirut: Da>r al-Fikr, t.t.

Asshiddiqie, Jimly. Hukum Acara Pengujian Undang-undang. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI, 2006.

Chaeran, Tenripadang. “Hak Kewarisan Anak luar nikah berdasarkan Hukum Islam dengan UU Perkawinan NO.1/1974.” Jurnal Syariah 3, no. 2 (Desember 2015).

Djumikasih. “Implikasi Yuridis putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 terhadap Akta kelahiran anak luar kawin.” Arena Hukum 6, no. 2 (Agustus 2013).

Farahi, Ahmad. “Keadilan Bagi Anak Luar Kawin dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010.” De Jure: Jurnal Syariah dan Hukum 8, no. 2 (Desember 2016).

Hartanto, Andy. Kedudukan Hukum dan Hak Waris Anak Luar Kawin Menurut Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Yogyakarta: LaksBang Pressindo, 2008.

Irfan, M. Nurul. “Unsur Jarimah Qadhaf dalam Penetapan Status Hukum Anak Luar Kawin.” Ahkam 13, no. 2 (Juli 2013).

Jawziyyah, Ibn al-Qayyim al-. I’lam al-Muwaqi’in ‘an Rabb al-‘An. IV. Da>r al-‘Arabi, t.t.

Mubarok, Nafi’. “Disparitas Putusan Hakim dalam Kasus Nikah Sir.” Al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam 6, no. 2 (Oktober 2016).

Mulyadi. “Kedudukan Hukum Anak luar Kawin yang Diakui.” Cakrawala 11, no. 1 (Juni 2016).

Nama, Zidna. “Makna Yuridis Status Hukum Hak Waris Anak Hasil dari Perkawinan Siri menurut Kompilasi Hukum Islam.” Arena Hukum 7, no. 1 (April 2014).

Nisabury, Muslim Ibn al-H}ajja>j Ibn Muslim al-Qushayri al-. Sahih Muslim. 1. Semarang: Toha Putera, t.t.

Prawirohamidjojo, R. Soetojo. Hukum Waris Kodifikasi. Surabaya: Airlangga University Press, 2000.

Sirait, Aries Merdeka. “Putusan MK sebagai Wujud Keadilan dan Hak asasi Anak dalam Perspektif UU Perlindungan Anak.” Makalah dipresentasikan pada Seminar Nasional Kedudukan Hukum Anak Luar Kawin Setelah Keluar Putusan MK No 46/PUU-VII/2010, Bagian Hukum Perdata - UNPAD Bandung, 2012.

Soimin, Soedharyo. Hukum Orang dan Keluarga. Jakarta: Sinar Grafika, 2004.

Surjopraktiknjo, Hartono. Hukum Waris Tanpa Wasiat. Yogyakarta: Sie Notariat Fak. Hukum UGM Yogyakarta, t.t.

Thalib, Sajuti. Hukum Kewarisan Islam di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2004.

Witanto, D.Y. Hukum Keluarga Hak dan Kedudukan Anak Luar Kawin: Pasca keluarnya Putusan MK tentang Uji Materi UU Perkawinan. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher, 2012.

Zuhdi, M. “Problematika Perhitungan dan Pembagian Warisan pada Keluarga Muslim.” Nurani 17 (Juni 2017).

Published
2018-12-18
How to Cite
Amaliasari, Rosida. 2018. “Kedudukan Hukum Akta Kelahiran Anak Di Luar Kawin Yang Dicantumkan Nama Ayah”. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam 21 (2), 207-24. https://doi.org/10.15642/alqanun.2018.21.2.207-224.