Fikih Pemimpin dan Pernikahan Beda Agama

Kontekstualisasi Kaidah Taṣarruf al-Imām ‘alā al-Ra’iyyah Manūṭun bi al-Maṣlaḥah

Authors

  • Achmad Fausi Achmad Fausi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
  • Jaih Mubarok Universitas Ibn Khaldun Bogor

Keywords:

Leadership Fiqh, Inter-religions Marriage, Maslahah, Taṣarruf al-Imām ‘alā al-Ra’iyyah Manūṭun bi al-Maṣlaḥah.

Abstract

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 24/PUU-XX/2022 tanggal 31 Januari 2023  tidak mengakomodir pernikahan beda agama. Ratio legis putusan tersebut tidak bisa dilepaskan oleh rumusan fikih keindonesiaan yang melarang nikah beda agama. Namun, dalam praktiknya, terjadi kesenjangan antara tataran ideal norma hukum (das sollen) dengan praktik peradilan (das sein). Putusan Nomor 423/Pdt.P/2023/PN Jkt.Ut yang mengabulkan permohonan pencatatan nikah beda agama telah menimbulkan disparitas putusan, sehingga Mahkamah Agung harus menertibkannya melalui Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 tentang  Petunjuk Bagi Hakim dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-Umat yang Berbeda Agama dan Kepercayaan.

Penelitian ini merupkan penelitian kualitatif dengan mengolah sumber-sumber primer yang berasal dari putusan, buku, jurnal, ataupun kitab,  menggunakan metode deskriptif analitik, serta menganalisis masalah menggunakan teori kaidah fikih Taṣarruf al-Imām ‘alā al-Ra’iyyah Manūṭun bi al-Maṣlaḥah.

Hasil penelitian memaparkan bahwa larangan pernikahan beda agama merupakan kebijakan/keputusan pemimpin yang berorientasi pada kemaslahatan umum. Pernikahan adalah peristiwa sakral, sehingga menjadi tugas pemimpin untuk mengaturnya demi melindungi kemaslahatan agama , melindungi kemaslahatan  jiwa  setiap  warga  negara, melindungi  kemaslahatan  akal  manusia  dari  berbagai  kerusakan, melindungi  keturunan,  dan melindungi  harta. Fikih keindonesiaan dan Undang-Undang Perkawinan yang sampai saat ini mengunci pengharaman nikah beda agama tidak hanya semata-mata mempertimbangkan bunyi nash, aspek psikologis, konteks sosial, dan realitas hukum perkawinan yang bersendikan Pancasila dan UUD NRI 1945, tapi juga sebagai upaya pencapaian dalam menarik kemanfaatan dan mencegah kemudaratan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daftar Pustaka

Buku/Jurnal:

Abdul Halim, dkk, Keabsahan Perkawinan Beda Agama di Luar Negeri dalam Tinjauan Yuridis (Jurnal Moral Kemasyarakatan, Vol 1, No. 1, Juni 2016

Abd al-Karim Zaidan, 2004, al Wajiz fi Syarh al Qawaid al Fiqhiyyah, Beitut, Muassasah ar-Risalah

Achmad Musyahid Idrus, 2021, Kebijakan Pemimpin Negara Dalam Perspektif Kaidah Fikih : Tasarruf Al-Imam Manutun Bil Maslahah, Al Daulah, Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan 1, No. 1

Ali Ahmad Al-Nadwi: Al-Qawa’id Al-Fiqhiyah, (Beirut: Dar al-Qalam, 1420 H/200 M, Cet V

Al-Ashbahani Al-Hilli dan al-Qausyaji, 1976, Kitab Rusydi ‘Ulyan, al-Islam wa al-Khilafah, Baghdād: Dār al-Salām

Al Thahir Al Madal Zawi, 1996, Tartib Al Qamus al Muchit ala Tariqat al Misbah al Munir wa Asas al Balaghah, Riyadh, Dar Alam al Kutub, hlm. 816

Ibrahim Aris, Abd al-Halim Muntashir, dll,1972, al-Mu’jam al Wasith

M. Amin Suma, 2022, Perkawinan Beda Agama dalam Sistem Hukum indonesia, Jakarta, Kholam Publishing

Muhammad bin Abi Bakr bin Abd Qadir ar Razi, 2004, Mukhtar As-Shihah, Beirut, Al Maktabah Al Ashriyyah

M. O.S. Eoh, 1996, Perkawinan Antar Agama antara Teori dan Praktek, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada

Wahbah Az-Zuhaili, tt, Fiqih Islam wa Adillatuhu, Jilid 9, Gema Insani-Darul Fikir

Internet:

http://www.dakwatuna.com/2015/09/04/74072/dr-wahbah-al-zuhaili-riwayat-hidup-dan-karyanya/#ixzz7wHBF5pv9. Didownload tanggal 26 Nopember 2023

http://gkipi.org/pernikahan-beda-agama-dalam-perspektif-gki/ Didownload tanggal 26 Nopember 2023

https://www.mkri.id/public/content/persidangan/putusan/putusan_mkri_8844_1675141891.pdf. Didownload tanggal 26 Nopember 2023

Downloads

Published

2024-01-16

How to Cite

Achmad Fausi, Achmad Fausi, and Jaih Mubarok. “Fikih Pemimpin Dan Pernikahan Beda Agama: Kontekstualisasi Kaidah Taṣarruf Al-Imām ‘alā Al-Ra’iyyah Manūṭun Bi Al-Maṣlaḥah”. Komparatif: Jurnal Perbandingan Hukum dan Pemikiran Islam 3, no. 2 (January 16, 2024): 113–131. Accessed February 28, 2024. https://jurnalfsh.uinsby.ac.id/index.php/komparatif/article/view/2003.