BATAS KEISTIMEWAAN SUAMI DALAM HUKUM PERKAWINAN ISLAM

  • Ach. Fajruddin Fatwa IAIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Keistimewaan suami, kekerasan rumah tangga, hubungan suami istri, nusyuz.

Abstract

Hubungan suami istri, atau yang lazim disebut dengan perkawinan, merupakan titik strategis dalam pembangunan masyarakat. Beragam ayat yang terdapat dalam al-Qur'an menunjukkan betapa kuatnya perhatian Islam terhadap permasalahan ini. Kitab suci yang biasanya diklaim oleh banyak kalangan berisi ayat yang global dan masih mengandung beragam makna yang multi tafsir, membahas hubungan keluarga  dengan bahasa yang jelas, tegas dan ringkas. Problem dualisme makna hampir tidak kita temukan dalam pembahasan ayat keluarga. Walaupun kejelasan makna ayat dapat ditemukan secara langsung dalam al-Qur’an, tidak demikian dengan perkembangan pemikiran yang ada dalam masyarakat. Pelan tapi pasti, dimensi misoginis nampak dalam sikap dan perilaku masyarakat. Seorang suami, dengan menggunakan ayat-ayat tertentu dianggap memiliki keistimewaan mutlak terhadap istrinya. Oleh sebab itu, seorang istri wajib taat, tunduk dan patuh kepada suaminya dengan alasan bahwa tiga sikap itu adalah perintah agama. Penelitian ini dengan menggunakan analisis tafsir ahkam akan berusaha mengkaji ulang doktrin dengan menganalisis ayat yang selama ini digunakan sebagai klaim keistimewaan mutlak seorang suami.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2011-06-30
How to Cite
FatwaA. F. (2011). BATAS KEISTIMEWAAN SUAMI DALAM HUKUM PERKAWINAN ISLAM. Al-Hukama’ : The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 1(1), 35-51. Retrieved from http://jurnalfsh.uinsby.ac.id/index.php/alhukuma/article/view/252
Section
Articles