Nikah dengan Dua Akad dan Dua Wali yang Berbeda Perspektif Maslahah di KUA Wonokromo Surabaya

  • Hanif Nur Pradani Jombang
Keywords: Marriage, two contracts, two trustees, maslahah

Abstract

This paper discusses the implementation of marriage with two different contracts and trustees at the Office of Religious Affairs (KUA) in Wonokromo, Surabaya. The data in this article is collected by documentation and interview with the head of KUA of Wonokromo and witnesses to marriage and analyzed using descriptive analysis technique. In the case of this marriage, the first marriage contract uses a nasab guardian because the marriage officer (penghulu) knows his nasab guardian is Muslim. Then the second contract uses the judge guardian because in the bride’s family card, the guardian is Christian. Even though it has been married by a nasab guardian, the head of KUA of Wonokromo listed in the marriage certificate is the judge guardian that the supporting documents in the marriage require the use of a judge’s guardian. This implementation is included in the maslahah mulghah because the use of the contract with the judge guardian is rejected by the proposition that he knew that the nasab guardian was Muslim. This means that if there is a legal guardian who has the right to marry, then the judge guardian does not need to be used.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Halil Thahir, Ijtihad Maqasidi, Yogyakarta: LKIS, 2015.

Abd. Rahman Dahlan, Ushul Fikih, Jakarta: Amzah, 2011.

Abdul Rahman Ghozali, Fikih Munakahat, Jakarta: Kencana, 2003.

Abdul Wahhab Khallaf, Kaidah-kaidah Hukum Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2002.

Abdurrahman Al-Jazairi, Al-Fiqih ‘Ala Madahib Al-Arba’ah, juz IV, Kairo: Mustafa Al-Babi Al-Halabi.

Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa bin Saurah Al-Tirmidhi, Sunan Al-Tirmidhi wa Huwa Al-Jami’ Al-Kabir, juz II, Bairut: Dar Al-Tasil, 2016.

Abu Abd Al-Allah Muhammad bin Yazid bin Majah Al-Qazwniy, Al-Sunan, juz 2, Beirut: Dar Al-Tasil, 2014.

Abu Hamid Al-Ghazali, Al-Mustasfa min ‘Ilmi Al-Usul, Beirut: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiah, 1980.

Abu Isa Ahmad bin Saurah Al-Tirmidzi, Sunan Al-Turmudzi, juz III, Beirut: Dar Al-Fikr, 1998.

Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Shahih Fikih Sunnah, Jakarta: Pustaka At-Tazkia, 2008.

Afif Muamar, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penetapan Wali Hakim Bagi Anak Perempuan Yang Lahir Dari Perkawinan Hamil (Studi Komparasi di KUA Sewon Dan KUA Kotagede)”, Artikel--UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2009.

Ahmad Fatah, “Status Hukum Wali Nikah Bagi Ayah Pelaku Incest Terhadap Anak Kandung”, Jurnal Penelitian, No. 1, Vol. 12, Februari, 2018.

Ahmad Rofiq, Hukum Perdata Islam di Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers, 2015.

Ahmad Zahro, Fiqih Kontemporer, Jombang: UNIPDU Press, 2012.

Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, Jakarta: Kencana, 2009.

Amir Syarifuddin, Ushul Fikih, jilid 2, Jakarta: Kencana, 2008.

Arso Sastroatmodjo dan Wasit Aulawi, Hukum Pernikahan di Indonesia, Jakarta: Bulan Bintang, 1975.

Asmawi, Teori Maslahat dan Relevansinya Dengan Perundang-Undangan Pidana Khusus di Indonesia, Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2010.

Dahlan Tamrin, Filsafat Hukum Islam, Malang: UIN-Malang Press, 2007.

Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya, Jakarta: CV Penerbit J-ART, 2005.

Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: CV Penerbit J-ART, 2005.

Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji, Pedoman Penghulu, Tata Cara Pencatatan Nikah, Talak, Rujuk, Jakarta: Kementrian Agama Republik Indonesia, 2004.

Evi Fauziah, “Analisis Yuridis Terhadap Akad Nikah Ulang Karena Bapak Angkat Menjadi Wali Nikah Di Pernikahan Pertama (Studi Kasus di KUA Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun)”, Artikel--UIN Sunan Ampel, Surabaya, 2018.

Gartaman, Wawancara, KUA Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya, 13 Mei 2019 dan 21 Nopember 2018.

Hawa Hidayatul Hikmiyah, “Analisis Maslahah Terhadap Pengulangan Akad Nikah di KUA Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo”, Artikel--UIN Sunan Ampel, Surabaya, 2017.

Ibnu Majah Abu Abdillah Muhammad bin Yazid Al-Qozwini, Sunan Ibnu Majah, juz 1, Dar Ihya’ Al-Kutub Al-‘Arabiah, No 1881.

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, juz IX, Mesir: Dar al-Manar,1367 H.

Idris Ramuly, Hukum Perkawinan, Kewarisan dan Hukum Acara Pengadilan Agama dan Zakat, Jakarta: Sinar Grafika, 2006.

Jalli Sitakar, “Perpindahan Wali Nasab Ke Wali Hakim Menurut Pasal 23 Kompilasi Hukum Islam Ditinjau Dari Fikih (Studi Kasus di Kabupaten Rokan Hulu)”, Tesis--UIN Sultan Syarif Kasim, Riau, 2013.

Jalli Sitakar, “Perpindahan Wali Nasab Ke Wali Hakim Menurut Pasal 23 Kompilasi Hukum Islam Ditinjau Dari Fikih (Studi Kasus di Kabupaten Rokan Hulu)”, Tesis--UIN Sultan Syarif Kasim, Riau, 2013.

Kementerian Agam RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: Widya Cahya, 2017.

Ma’shum Zein, Menguasai Ilmu Ushul Fikih, Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2016.

Moh Idris Ramulyo, Hukum Perkawinan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1996.

Mohd. Idris Ramulyo, Hukum Perkawinan, Hukum Kawansan, Hukum Acara Peradilan Agama dan Zakat Menurut Hukum Islam, Jakarta: Sinar Grafika, 1995.

Muflihah Sodiq, “Implementasi Qawaid Fikihiyah dalam Permasalahan Sosial”, dalam www.academia.edu/35433963/Implementasi_Qawaid_Fikihiyah_dalam_Permasalahan_Sosisal, diakses pada 28 Juli 2019.

Muhammad Abu Zahrah, Ushul Fikih, terj. Saefullah Ma’shum, et al. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2005.

Neng Djubaidah, Pencatatan Pernikahan dan Perkawinan Tidak Dicatat Menurut Hukum Tertulis di Indonesia dan Hukum Islam, cet.1, Jakarta: Sinar Grafika, 2010.

Peraturan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2018 Tentang Pencatatan Perkawinan.

Rahmad Hakim, Hukum Perkawinan Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2000.

Satria Efendi, Ushul Fikih, Jakarta: Prenada Media, 2005.

Selamet Abidin dan Aminudin, Fikih Munakahat 1, cet. 1, Bandung: Pustaka Setia, 1999.

Soemiyati, Hukum Perkawinan Islam dan Undang-Undang Perkawinan, Yogyakarta: Liberty, 1984.

Tihami dan Sohari Sahrani, Fikih Munakahat, Jakarta: Rajawali Pers, 2010.

Tim Redaksi Nuansa Aulia, Kompilasi Hukum Islam, Bandung: Nuansa Aulia, 2011.

Published
2020-03-27
How to Cite
PradaniH. N. (2020). Nikah dengan Dua Akad dan Dua Wali yang Berbeda Perspektif Maslahah di KUA Wonokromo Surabaya. Al-Hukama’ : The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 9(02), 399 - 432. Retrieved from http://jurnalfsh.uinsby.ac.id/index.php/alhukuma/article/view/765